Dalil yang Berkenaan dengan Aqiqah

31 Juli 2018

aqiqah bandung

Dalil yang Berkenaan Aqiqah

Sayangnya dalil explisit ayat Al-Quran tentang aqiqah  tidak saya temukan. Lain halnya dengan ibadah qurban.

Dalil yang menjelaskan secara terang-terangan tentang pelaksanaan aqiqah adalah hadis.

Hadis yang menerangkan ibadah aqiqah yang dinilai kuat dan shahih oleh para ulama dan ahli hadis.

Karenanya, artikel ini mencoba berbagi tentang ayat alQuran yang sebaiknya dibaca tatkala acara syukuran pemberian nama atau biasa disebut tasmiyah.

Apa itu Tasmiyah?

Tasmiyah merupakan proses pemberian nama kala acara syukuran aqiqah. Menurut riwayat hadist-hadits yang sahih sebaiknya anak yang akan diberi nama ketika hari ketujuh.

Tetapi, apabila kedua orang tua memutuskan untuk memberikan nama sebelum ataupun setelah hari ketujuh, maka tidak menjadi persoalan. Hadis berkenaan dengan proses pemberian nama (tasmiyah) saat hari kelahiran adalah riwayat Bukhari dan Muslim melalui jalan Abu Musa al-Asy’ari:

“Anakku baru dilahirkan. Lalu aku membawanya menghadap Rasulullah, kemudian beliau memberinya nama Ibrahim, beliau juga mentahniknya dengan kurma (mengunyah kurma lalu menempelkannya diujung jari kemudian memasukkannya dan mengoleskannya pada langit-langit mulut sang bayi”

Ayat Al-Quran Yang Dibaca Saat Proses Aqiqah

Ayat-ayat AlQuran apa saja yang dibaca pada saat acara aqiqah? Berikut ini adalah beberapa ayat yang sebaiknya dibaca saat tasmiyah aqiqah anak Anda:

Al Quran Surah Al-Israa ayat 23 dan Ayat 24

Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sakali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkatan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (Q.S. Al Isra’ : 23)

Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah : “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.” (Q.S. Al Isra’ : 24)

Ayat ini menerangkan tentang karakter pendidikan Islam. Yang Intinya berbuat baik serta berbakti pada orang tua.

Dengan membaca ayat ini, harapannya sang anak menjadi pribadi yang berakhlakul karimah serta berbakti pada orangtuanya.

Meskipun tidak menerangkan secara terang-terangan tentang aqiqah, namun ayat ini sangat baik untuk dibacakan ketika acara tasyakur aqiqah.

Kandungan Q.S Al Isra ayat 23 dan 24 terdiri dari lima macam yaitu:

  1. Larangan berkata “ah” (uffin)
  2. Larangan membentak yang menyakiti perasaan orangtua apalagi kata-kata kasar
  3. Berkata dengan ucapan yang baik dan mulia
  4. Bersikap rendah hati dan tawadhu
  5. Agar mendoakan orang tuanya baik kala hidup atau meninggal.

Penutup

Jika Anda berminat untuk menyelenggarakan acara tasyakur aqiqah atas kelahiran putra-putri Anda, maka jangan ragu untuk menggunakan jasa Aqiqah Bandung dari Aqiqahbdg.com. Anda akan mendapatkan catering aqiqah di Bandung dengan harga murah namun menu rasanya enak dan beragam.

 



Baca juga
  »
13 Juli 2018
Dengki itu memakan kebaikan sebagaimana api membakar kayu bakar
Dengki itu memakan kebaikan sebagaimana api membakar kayu bakar

  »
6 Juli 2018
Do'a minta pertolongan dari sifat malas
"Allahumma inni a'udzu bika minal 'azji,wal kasali, wal jubni, wal haromi, wal bukhl. Wa a'udzu bika min 'adzabil qobri wa min fitnatil mahyaa wal maat."

  »
29 Juni 2018
Sedekah anak yatim sebagai tanda tingkat keimanan seseorang
Sedekah adalah salah satu ibadaha yang dimuliakan Allah, allah berfirman: “Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, niscaya akan dilipatgandakan (pahalanya) kepada mereka dan bagi mereka pahala yang banyak“. (QS. Al-Hadid: 18).

  »
26 Juni 2018
Cinta Al-Qur'an Selamatkan Hidup
Pasti ada Orang yang sinis dan bahkan tidak percaya terhadap judul di atas. Namun, bagi orang yang paham Alquran apalagi yang menghayati dan mendalaminya secara substantif, pasti akan berkata, ungkapan itu benar dan amat logis. Mari kita buktikan kebenaran ungkapan itu dengan mengamati fungsi Alquran dalam kehidupan; baik secara individual, berkeluarga, bermasyarakat, maupun berbangsa dan bernegara.

  »
6 Juni 2018
I’tikaf Boleh Dilakukan di Masjid Mana Saja
Menurut mayoritas ulama, i’tikaf disyari’atkan di semua masjid karena keumuman firman Allah di atas (yang artinya) “Sedang kamu beri’tikaf dalam masjid”.